Sudah banyak dijelaskan oleh ulama muballigh dan juru dakwah bahwa zakat adalah kewajiban bagi kaum Muslim yang mampu secara ekonomi. Allah memerintahkan kita menunaikan zakat sebagaimana melaksanakan ibadah lainnya di dalam rukun islam, seperti besyahadat, sholat, puasa dan pergi haji. Firman Allah SWT; “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al- Baqarah ayat 3). Perintah Allah SWT, “Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”. (QS. Al- Baqarah ayat 43).

Zakat seharusnya dapat menjadi kekuatan dahsyat dan jawaban atas permasalahan ummat. Namun demikian masih banyak ummat Islam yang belum sadar akan zakat. Padahal harta kekayaan tidak akan memberikan keselamatan apa pun di akherat jika hanya ditumpuk dan ditimbun saja tanpa dikeluarkan zakatnya.

Bagi yang sudah tumbuh di dalam hatinya cahaya kebenaran Islam dan menunaikan sebagian kewajiban yang diperintahkan Allah, maka sudah saatnya pula dibangun kesadaran dalam menunaikan zakat. Nah, bagaimana langkah-langkahnya?

Yang pertama tentunya harus menata niat. Niat untuk berzakat haruslah memiliki sandaran yang kuat. Niat yang paling utama adalah karena mengharap ridha Allah. Tiada niat bagi seluruh aktifitas seorang Muslim selain menghamba kepadaNya.

Yang kedua adalah menguatkan tekad. Zakat adalah solusi bagi permasalahan kehidupan ummat. Maka zakat akan memberikan efek kepada kehidupan ummat termasuk kita selaku muzaki. Maka kita pun harus bulat tekad untuk menjadikan zakat sebagai gaya hidup. Menanamkan pada diri bahwa zakat adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Yang ketiga, segera tunaikan zakat, tanpa banyak berpikir panjang. Jika niat sudah tertanam dan tekad sudah kuat maka segera datang ke kantor Badan atau Lembaga Amil Zakat terdekat guna menunaikan kewajiban berzakat. Hitunglah seluruh harta kita, perhitungkan dengan haul dan nishobnya, lalu segera kita bayarkan zakatnya. Insya Allah dengan berzakat, hidup kita tentram dan bahagia. (Ad).