Semboyan “Sigap dan Peduli” kembali dimainkan oleh Corps Ambulan Lazismu se-Jatim. Aksi estafet perjalanan ambulan mengantar pasien lintas provinsi adalah gerak dinamis dan sinergis yang menjadi ciri khas Lazismu selama ini. Walau berkoordinasi secara chatting melalui grup WA perjalanan Ambulan Lazismu berestafet dari satu titik ke titik lainnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Misi kali ini adalah mengantar seorang pasien yang baru saja selesai operasi bedah perut di sebuah Rumah Sakit di Singaraja Bali untuk pulang kembali ke daerahnya, yakni Kaliurang, Yogyakarta. Atas rekomendasi dari Wahyudiyono, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunung Kidul, pasien tersebut akan dibantu perpulangannya dari Bali.

Aditiya Ramadhani (16 tahun) adalah pasien pada RS Paramasidi Singaraja yang telah menjalani sebuah operasi guna menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Aditiya adalah siswa SMK Muhammadiyah Wonosari Gunung Kidul, Yogyakarta. Karena kondisi yang berkekurangan ia pun meminta bantuan Lazismu untuk mengantar pulang menggunakan ambulan sesuai dengan rekomendasi Ketua PDM Gunung Kidul.

Perjalanan jauh sepanjang 666 km harus dilalui oleh Aditiya dari Bali melintasi provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk sampai ke rumahnya di Yogyakarta. Koordinator misi kepulangan pasien ini adalah Agus Salim, manager Lazismu kota Pasuruan.

Setelah menyelesaikan urusan administratif dengan pihak RS, pada sabtu sore (13/10/18) Aditiya sudah boleh keluar dari RS Paramasidi. Kepulangan ke kampung halaman itu Aditiya ditemani oleh keluarganya.

Dari RS Singaraja Bali Aditiya dibawa dengan mobil Lazismu Bali menuju ke pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Pulau Jawa dengan menumpang kapal feri. Sesampai di seberang, yakni pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pasien dipindah ke ambulan milik Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Fatimah Banyuwangi guna melanjutkan perjalanan ke kota Pasuruan. Di kota Santri itu sudah menunggu ambulan Lazismu kota Pasuruan guna mengantar pasien ke Nganjuk.

Perjalanan dari Banyuwangi menuju ke Pasuruan berjalan sangat lancar. Ambulan RSM Fatimah melaju dengan kencang namun tetap menjaga kehati-hatian dan keselamatan di jalan raya. Pukul 19.30 WIB ambulan RSM fatimah sampai di kantor Lazismu kota Pasuruan, kompleks Masjid Darul Arqom di Jl. Wahid Hasyim no. 202.

Setelah pindah kendaraan dan berehat sejenak di kota Pasuruan, Aditiya melanjutkan perjalanan menggunakan ambulan yang dikemudikan sendiri oleh Manager Lazismu kota Pasuruan, Agus Salim. Raungan sirine dan kilauan lampu ambulan membuat perjalanan dapat berjalan relatif cepat karena para pengguna jalan sangat menghormati dengan memberi jalan bagi ambulan untuk melaju.

Tepat pukul 22.30 WIB mobil ambulan Lazismu kota Pasuruan sampai di RSI Aisyiyah Nganjuk untuk pindah ambulan dan berestafet lagi menuju ke Sragen, Jawa Tengah. Sembari beristirahat Agus Salim bersama Pengurus Lazismu Nganjuk dan crew Ambulan Bojonegoro mengatur etape selanjutnya, agar laju kendaraan ke Sragen dapat berjalan dengan lancar.

Perjalanan dari Nganjuk ke Sragen telah disiapkan menggunakan mobil ambulan dari Lazismu kabupaten Bojonegoro. Pukul 23.15 WIB mobil Ambulan segera melesat meninggalkan Nganjuk menuju ke Sragen Jawa Tengah.

Sampai di Klinik Aisyiyah Sragen sudah menanti mobil Ambulan Lazismu Gunung Kidul yang membawa Aditiya ke ‘garis finish’ di kediamannya, Kaliurang Yogyakarta. Menjelang Subuh, sekitar pukul 3.45 WIB Aditiya sudah sampai di rumah keluarganya di Kaliurang Yogyakarta.

Eny Murwaningsih dari SMK Muhammadiyah Wonosari, Gunung Kidul, tempat Aditiya bersekolah sekaligus mewakili pihak keluarga, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan, partisipasi, dan kepedulian jajaran Lazismu terutama Corps Ambulan Lazismu se-Jawa Timur, yang telah sudi mengantar Aditiya pulang dari Bali ke Yogya.

Pihak sekolah memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa siswanya sehingga membuat repot semua pihak dan juga jika ada sesuatu yang kurang berkenan, baik dari pihak SMK ataupun keluraga. Eny menyampaikan semoga giat Lazismu ini menjadi barokah dan semua yang berpartisipasi mendapatkan imbalan nilai amal ibadah yang setinggi-tingginya dari Allah SWT. (Adit).