BAHAGIA UNTUK BAPAK TUKIMIN

BAHAGIA UNTUK BAPAK TUKIMIN

Raut wajah yang mulai bergaris nan menampakkan keriput dengan juga postur tubuh yang kurus. Rumah beliau yang sudah cukup berumur dan tidak maksimum untuk standar kelayakan hidup, hal ini semakin menguatkan dengan kurang maksimalnya ventilasi udara, atap yang kurang maksimal dalam pembangunan serta tembok yang kurang aman terhadap perubahan cuaca. Dalam kesehariannya, Pak Tukimin hanya mengandalkan kebutuhan yang dapat membuatnya bertahan hidup.

Kamis, 16 Mei dalam nuansa mentari yang memanas kami mengunjungi kediaman beliau yang berada di Tanjunganom. Tujuan kami yakni karena kami tergerak untuk memberikan bantuan yakni berupa paket sembako dan juga Kasur empuk yang disertai dengan seprei. Setibanya di sana pada jam 10.00 WIB. Sebagai makhluk sosial, kami dapat merasakan apa yang beliau rasakan dan juga sebagai Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh milik Muhammadiyah yang telah berskala Nasional.

Terkadang kebahagiaan seseorang hanya sederhana, tidak memiliki keinginan yang berlebihan. Pak Tukimin hidup sengan saudaranya. Dengan berbagi, kita berarti berbagi kebahagiaan dan juga dapat membuat beliau tersenyum.

Hinar binar kebahagiaan telah membuat kami terharu dengan perjalanan kali ini. Senyum kebahagiaannya telah membuat kami terasa senang dan juga menciptakan banyak sekali arti di hidup kami. Dengan rasa bahagianya, beliau merasakan kenyamanan yang tidak dirasakan sebelumnya. (ameliaw)