Infaq dan shodaqoh adalah dua kata yang tidak dapat dijauhkan karena kedua hal tersebut saling berkaitan. Meskipun begitu, tetap memiliki makna yang berbeda. Di dunia yang penuh dengan ujian dan juga permainan, kita memiliki beragam cara untuk menyikapinya. Ada seseorang yang tak terlalu antusias dalam meraih dunia dan hanya sekadar bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena mencari uang sangatlah sulit. Akan tetapi, sebaliknya ada juga yang terlalu antusias, bekerja siang dan malam dan yang ada hanya meninggalkan rasa lelah. Semua memiliki hasil yang dikerjakannya.
Orang akan selalu berpikir bahwa berinfaq dan bershodaqoh adalah hal yang diabaikan, itu berulang kali kita lihat, dengar dan rasakan. Sebenarnya berinfaq dan bershodaqoh adalah pengingat kita untuk bekal di akhirat nantinya. Keduanya memiliki perbedaan, perbedaan yang mendasar adalah shodaqoh tidak harus berupa uang atau harta, akan tetapi bisa berupa senyuman, tenaga, ilmu, dan perbuatan. Perbuatan yang termasuk shodaqoh adalah perbuatan yang menghasilkan positif bagi penerimanya. Sementara infaq adalah berupa uang atau harta. Keduanya digunakan di jalan Allah dan untuk kebaikan. Hasil dari shodaqoh dan infaq untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Dalam hidup tak semuanya sama, bahkan orang yang kita temui pun berbeda karakter. Tergantung bagaimana orang menyikapi hasil yang didapat dari kerja kerasnya. Menggunakannya untuk kenikmatan diri sendiri yang sesaat di dunia atau digunakan juga di akhirat sebagai bekalnya masa depan yang abadi. Sejatinya, akhirat adalah tempat abadi.
Apa saja manfaat dalam bershodaqoh dan berinfaq? Banyak sekali manfaat yang didapat yakni kita bisa mendapatkan pertolongan, dapat juga melindungi dari marabahaya. Segala sesuatu yang diperoleh meskipun orang akan berpikir itu mustahil, dapat saja terjadi berkat bershodaqoh dan berinfaq. Tidak menunggu di akhirat dulu, kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari-hari.
