REJEKI MERUPAKAN UJIAN?

REJEKI MERUPAKAN UJIAN?

Rejeki adalah suatu kebahagiaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Rejeki tidak hanya berupa uang, tetapi dapat berupa makanan, kesehatan, hal baik di luar uang. Karena rejeki tidak hanya berupa wujud saja, tetapi sesuatu yang tidak dapat terlihat namun kehadirannya dirasakan dan bermanfaat untuk kita.

Namun, rejeki juga bisa merupakan ujian. mungkin kita pernah membaca pepatah yang berbunyi “Dimewahkan bukan berarti dimuliakan, disempitkan bukan berarti dihina.” Hal tersebut merupakan pengingat setiap manusia bahwa rejeki manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT. Karena semua tertulis dalam lauhul mahfudz. Lauhul mahfudz adalah  kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh catatan kejadian di alam semesta.

Kita tidak sepatutnya merasa khawatir terhadap rejeki yang Allah berikan. Allah sudah menentukan rejeki setiap manusia., tetapi jumlahnya yang berbeda. Allah memberikan rejeki melalui cara yang berbeda, ada yang melalui usaha kita sendiri, sebaliknya ada rejeki yang tak terduga. Tetapi Allah akan merubah takdir seseorang sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Seperti dalam Firman Allah SWT yakni QS. Al-Hud ayat 6 yang artinya :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”

Dimewahkan bukan berarti dimuliakan, makna tersebut juga berarti Allah selalu menyayangi hamba-Nya dengan memberikan segala nikmatnya, justru sebaliknya. Hal tersebut merupakan ujian dalam kita memperoleh kenikmatan. Akankah ia menyisihkan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan.

Disempitkan bukan berarti dihina, makna tersebut bukan berarti Allah tidak menyayangi hamba-Nya dengan memberikan rejeki yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, bahkan kita hidup dalam kesusahan. Allah justru menyayangi hamba-Nya dengan memberikan ujian karena diangkat derajatnya, ketika kita terus bersabar, beribadah. Tak perlu khawatir terhadap rejeki bukan berarti kita juga bermalas-malasan. Tetaplah berbaik sangka kepada Allah SWT.

Lakukan amalan sholeh yang mencakup hubungan kita terhadap manusia, yakni memberi atau menyisihkan sebagaian rejeki yang kita punya. Karena di dalam hak kita, terdapat pula hak orang lain. Dengan bersedekah ataupun berinfaq, kita juga akan memperoleh manfaatnya. Selain kita memeproleh pahala yang dilipatgandakan, akan tetapi ada hal-hal baik yang datang untuk kita baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, kita akan terlindungi dari marabahaya, semisal suatu kejadian bencana alam, kita masih dilindungi, karena berinfaq ataupun bersedekah sama dengan menabung kebaikan. Di akhirat nanti, kita akan mendapat naungan-Nya.Bagi penerima, mereka akan merasa senang dan juga merasakan kebahagiaan.

Cara bersedekah sangat mudah, bisa melalui lembaga penyalur zakat infaq shodaqoh resmi yakni di LAZISMU Nganjuk yang terletak di tempat yang strategis di jantung kota Nganjuk, Jalan Ahmad Yani 147 Nganjuk, Metode berZISKA pun kami berikan yang terbaik karena mengutamakan kemudahan dan kenyamanan.

Bagi yang di area terdekat kita dengan metode jemput donasi yakni akan ada petugas amil yang akan mengambil donasi sahabat. Selain itu terdapat metode transfer Bank yakni

  1. BSI 7666655518 an lazismu nganjuk
  2. BMI 7440007788 an lazismu nganjuk

Bisa juga scan kode QRIS sebagai wadah mempermudah membayar lewat dompet digital.

Kami juga membuka donasi untuk Indonesia Siaga terlebih di wilayah Jawa Timur, Mari saatnya berlomba dalam kebaikan dan juga tolong menolong terhadap sesama. (aw)