
Suatu ketika Istri Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Muhammad yang sedang sakit karena ngidam dan dia meminta buah delima.
Saat itu Ali bin Abi Thalib dikisahkan sedang tidak punya uang sehingga terpaksa meminjam uang kepada sahabatnya. Setelah mendapat uang ia pun segera pergi ke pasar untuk membeli buah delima untuk istrinya tercinta.
Setelah berhasil mendapatkan buah delima lalu bergegas pulang. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang pengemis yang kelaparan. Ia merintih karena belum makan selama beberapa hari. Sejenak Ali berpikir, lalu memutuskan untuk membelah buah delima itu dandiberikan kepada si pengemis sebagian.
Sesampainya dirumah buah yang tinggal setengah bagian tersebut diberikan kepada Fatimah dengan sedikit rasa murung karena tak enak kepada sang istri. Namun yang istri tidak merasa kecewa kepada Ali dan justru sebaliknya, ia sangat bangga kepada suaminya karena begitu baik dan bijak.
“Kenapa Kanda terlihat murung?” Tanya Fatimah ketika mendapati wajah sang suami justeru terlihat murung sesampai dirumah.
Mendengar pertanyaan Fatimah, Ali langsung menjelaskan semua kejadian yang dialami dalam perjalanannya ketika membeli buah delima tersebut.
“Kanda, kalau begitu alangkah lebih baik lagi kalau buah delima itu diberikan saja kepada bapak tua itu lagi! Karena atas ijin Allah SWT, sesaat setelah kanda pergi tadi tubuhku kembali sehat dan segar bugar seperti biasanya.” Kata Fatimah dengan penuh kasih sayang.
Mendengar pernyataan istrinya tersebut wajah Ali langsung berbinar-binar penuh cahaya dan hendak langsung mengantarkan separuh buah delima yang dipegangnya kepada si bapak tua di pinggir jalan tadi.
Belum sempat ali pergi tiba-tiba datang seseorang yang mengetuk pintu, dan setelah dibuka ternyata sahabat Salman Al Farisi yang datang atas perintah Rasulullah untuk mengantarkan buah delima merah untuk sang puteri, Fatimah az-Zahra.
“Wahai Ali, ini ada sedikit buah untuk keluarga kalian,” ujar Salman sembari menyerahkan buah delima yang la bawa.
“Terima kasih banyak, Kawan,” balas Ali sambil tersenyum senang. “MasyaAllah…. Allah SWT langsung membalas sedekahku tadi dengan jumlah 10 kali lipat. Allah sungguh Maha Pemurah,” ucap Ali, penuh syukur. Fatimah pun gembira mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka itu.
Seketika, Salman al-Farisi langsung memberikan sebungkus kantong berisi sembilan buah delima merah itu kepada Ali dan berkata “Ini ada buah delima dari Rasulullah untuk Fatimah.”
Itulah sedikit kisah dari Ali in abi thalib yang bisa kita ambil hikmahnya, bahwa kedahsyatan sedekah begitu nyata adanya. Sobat lazismu yang baik hati mari kita senantiasa berbagi kebaikan kepada saudara kita yang membutuhkan agar suatu saat ketika kita sedang dalam ujian Allah juga memberikan kemudahan lewat kebaikan yang kita tanam. (guuruh)