tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET. - LazisMu

tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET.

tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET.

Tanah longsor telah terjadi di dukuh banaran dusun congol desa macanan kecamatan loceret pada hari senin tanggal 20 desember 2021 pukul 17.00 wib. Dari kejadian ini dapat dilaporkan  tidak ada korban jiwa namun 11 rumah warga mengalami kerusakan serta beberapa hewan ternak milik warga ikut tertimbun.(BPBD nganjuk)

Tim assessment MDMC nganjuk meluncur ke lokasi kejadian sekitar pukul 21.00 malam dan dapat dilaporkan Kembali oleh saudara Agus Setyo dari MDMC bahwa Warga yang terdampak dari kejadian ini berjumlah 27 Orang dari 9 kk dan saat ini telah mengungsi ke mushola yang ada di dusun tersebut. Kemudian giat yang bisa kita laksanakan untuk hari selasa yaitu permintaan dari Bu Carik berupa pemeriksaan medis.

Menindaklanjuti assessment dari MDMC, Selasa pagi ini pukul 06.00 wib tim LAZISMU Nganjuk telah mengirimkan nasi bungkus kepada para pengungsi untuk sarapan pagi.

tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET.

Kemudian lanjut pukul 09:00 Tim medis dan juga relawan ikut ke lokasi kejadian untuk melakukan giat pengobatan gratis dan memberikan bantuan. Alhamdulillah saat tim medis yakni dr. Burhanudin beserta tim relawan tiba dilokasi ternyata sudah ada teman kita dari PKM Loceret yang mengcover, untuk itu kami hanya menitipkan beberapa obat-obatan, sembako serta RendangMu kepada petugas posko.

tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET.

Hingga pukul 12.00 siang LAZISMU Nganjuk Kembali megirimkan nasi bungkus kepada para pengungsi untuk makan siang karena memang dapur umum baru akan di fungsikan sore hari, dan kemudan kami Kembali pulang.

tANGGAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI BANARAN LOCERET.

Kejadian longsor dan banjir ini dikarenakan hujan yang turun sejak pukul 14.45 dengan intensitas tinggi. Sekitar pukul 16.00WIB telah terjadi Longsor pada Plengsengan/Talud di depan rumah warga sehingga menutup aliran anak sungai oro oro ombo, sehingga air meluap ke arah pemukiman dibawahnya. Dan karena kontstruksi pemukiman yang bertingkat/tebing sehingga rumah yang terdampak luapan air mengalami longsor dan menimpa rumah di bawahnya.

@guuruh