KERINGANAN SEDIKIT BEBAN SANGATLAH BERARTI BAGI MBOK TUKIYEM | LazisMu
KERINGANAN SEDIKIT BEBAN SANGATLAH BERARTI BAGI MBOK TUKIYEM

KERINGANAN SEDIKIT BEBAN SANGATLAH BERARTI BAGI MBOK TUKIYEM

Rabu,19 Desember 2019

Tim lazismu nganjuk kembali memberikan kursi roda untuk mbok Tukiyem (56 tahun) yang sedang menderita penyakit stroke. Sungguh malang nasib beliau. Mungkin sebagian dari orang hanya selalu mengeluh dengan apa yang kita miliki, tengoklah orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan atau sedang berjuang seperti salah satunya yakni mbok Tukiyem. Sudah empat tahun mbok Tukiyem hanya berbaring di kamar tidur yang tidak layak, penutupnya hanya dari tirai berwana biru dongker yang cukup usang. Jangankan untuk dekorasi, yang terpenting  adalah kamar mbok Tukiyem tertutup dengan aman. Namun, ruangannya sangat rapi. Selama ini, beliau hanya dirawat oleh anak tunggal dan cucu satu-satunya.

MBAK DIAH ANAK SHOLEKHAH

KERINGANAN SEDIKIT BEBAN SANGATLAH BERARTI BAGI MBOK TUKIYEM
Mbok tukiyem dan Bu Hj. Nurul Hamidah S.Pd I.

Mbak Diah (35 tahun) tinggal di Dusun Kentingan, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk merupakan anak tunggal dari mbok Tukiyem (56 tahun). Ia setia merawat ibundanya yang sakit stroke. Sudah empat tahun mbok Tukiyem tergeletak di tempat tidur. Mbak Diah menuturkan bahwa ibundanya tersebut sudah dibawa di RSUD Nganjuk berulang kali, tetapi tetap saja tidak ada perubahan. Wanita tersebut pasrah dengan keadaan ibundanya yang tak berdaya dan hanya bisa berharap rahmat dari Allah SWT saja. Di rumah yang sangat sederhana, berlantai tanah ini, mbak Diah bersama anak semata wayangnya dan mbok Tukiyem tinggal sementara. Suaminya merantau ke Surabaya sebagai ojek on line yang setiap bulan baru pulang untuk mengisi kekosongan waktunya. Pekerjaan sebagai ojek on line tersebut juga tak menentu penghasilannya. Uang hasil jerih payahnya untuk pengobatan sang ibu mertua. Sementara mbak Diah membersihkan bawang merah (pithil brambang) yang penghasilannmya cukup untuk makan ia, anak dan ibundanya. Dia tak merasa terbebani dengan keadaan ibundanya. Langkah kami tidak lelah, justru kami senang bisa membantu mereka. Hati kami teriris saat melihat kondisi rumahnya.

Tim Lazismu Nganjuk bersama relawan Lazismu Nganjuk pada hari Rabu, 19 Desember 2018 kemarin sekitar jam 16.00 WIB bersilaturahmi ke rumah mbak Diah untuk memberikan bantuan sembako dan kursi roda. Dengan adanya bantuan yang menurut kami tak seberapa ini, dapat meringankan mbak Diah untuk merawat ibundanya untuk memandikan dan membantu aktivitas yang lain, tutur Amar Ikhsan Rosyisi, SE. selaku Manager Lazismu Nganjuk. Kegiatan tersebut dihadiri relawan Lazismu Nganjuk bernama Wahana. Ia mengatakan bahwa suami mbak Diah orang baik, insha Allah kita tak salah sasaran. Jikalau nanti sudah tak terpakai, maka akan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Selain itu, Mijan, SH selaku Sekretaris Lazismu Nganjuk mengungkapkan bahwa program untuk 100 Kursi Roda Dhuafa ini adalah pemberian kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Nganjuk dengan syarat yakni surat keterangan miskin, lolos assesmen dari petugas Lazismu Nganjuk. (mij)