Seandainya kudeta PKI pada tanggal 30 September 1965 berhasil apakah kita bisa melakukan sholat dengan leluasa ? Tentunya tidak!!! Karena dasar negara kita diganti komunis, kemungkinan masjid-masjid dibatasi dan ibadah lain misal, qurban, puasa, pengelolaan zakat, infak, shodaqoh dan keharta benda keagamaan lain diatur secara ketat, serta penceramah didaftar diawasi bahkan ceramah diminta oleh polisi. Demikian ilustrasi disampaikan oleh : Amar Ikhsan Rosyidi, SE (Diretur Lazismu Nganjuk).

Dengan digagalkan kudeta PKI dengan dikenal G30S PKI itu, maka kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pejuang telah menumpasnya. lanjut Alumnus UMY Jogjakarta ini.

Dengan momen Kesaktian Pancasila 1 Oktober inilah, sangat tepat untuk mentasyaruf ZIS agar masyarakat mengingat bahwa di indonesia pernah ada kata yang melukai janji luhur Bangsa Indonesia yakni Pancasila dan hal tersebut tidak terulangi lagi.

Pemiskinan rakyat merupakan strategi untuk merekrut anggota partai komunis dengan iming-iming kalau mereka menang dalam pemilu maka akan diberi tanah dari orang yg punya tanah berlebih nanti dipaksa memberikan pada negara selanjutnya dibagi pada rakyat itulah jargon PKI. Demikian komentar Mijan, SH Sekretaris Lazismu Nganjuk.

Maka program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Lazismu inilah sesungguhnya memerangi komunisme dan pemurtadan. Untuk itu Lazismu Nganjuk bersama Lazismu Kantor Layanan Patianrowo mengadakan Bakti Sosial (BakSos) memberikan sembako kepada 60 orang yg kurang beruntung di sekitar Masjid Al-Ikhlas dan 10 orang Mustadzafin atau orang yang hidupnya tergantungkan dari pemberian orang lain di sekitar Kota Nganjuk.

Serta mentasyarufkan beasiswa ke SD,SMP/MTs dan SMA/SMK dengan jumlah 26 Siswa yang kurang mampu.